Jadi begini, Fenoma ini begitu populer setelah seseorang
mengupload video yang diambil di Jepara, Indonesia. Pada saat siang atau sore hari anak-anak kecil setelah sekolah berdiri di jalan dan berteriak "Om Telolet Om" (ada juga yang memegang kertas dengan kata-kata "Om! Telolet Om"). Teriakan itu ditujukan kepada sopir bus yang melintasi
jalan raya sehingga sopir bus akan membunyikan busnya. Jadi "Om" itu maksudnya adalah si om supir bus. Sementara "Telolet" itu seperti meniru terompet terdengar telolet tolelet telotet (sesuatu seperti itu). Singkatnya "Om telolet om" adalah teriakan anak-anak agar sang pengemudi bus membunyikan klakson. Apa tujuannya? hanya untuk bersenang-senang. Mungkin anak-anak senang mendengar suara klakson bus yang kadang-kadang terdengar unik. Ada juga
yang merekam suara klakson, dan setelah direkam mereka upload ke media sosial, dsb. Mungkin bagi bismania (penggemar bis / bus) hal ini bukanlah hal yang baru karena segala hal yang berhubungan dengan bis adalah keren, termasuk keunikan klakson. Tapi bagi orang umum, ini jadi trend setelah melihat keceriaan anak-anak yang dengan setia menunggu bis antar kota melintas, lalu berharap sang pengemudi bus membunyikan klakson-nya. Itu membuat orang menyadari bahwa "bahagia itu sederhana". Fenomena ini mulai berkembang di beberapa daerah lain di Indonesia, tidak hanya di Jepara. Dan para fans tidak lagi hanya anak-anak, tetapi juga remaja dan orang dewasa. Yah lumayan lah bagi yang punya bisnis berjualan klakson telolet, jadi makin lancar rejekinya dan juga bagi supir bus sendiri akan memiliki kesenangan sendiri saat melihat senyuman anak-anak yang setia
menanti. Sebagai catatan, harga klakson tolelet ini cukup mahal juga lho, mulai dari 500 ribuan sampai jutaan rupiah.

No comments:
Post a Comment